Tolak Pilkada tidak langsung

Elite politik gencar wacanakan pemilihan kepala daerah agar tak lagi dipilih langsung oleh rakyat, melainkan dipilih oleh DPRD. 6 dari 8 partai yang duduk di parlemen setuju atas usulan ini. Tapi, masyarakat menolak; mengkhawatirkan kemunduran demokrasi dan hilangnya hak konstitusional warga untuk memilih kepala daerahnya sendiri.

Elite politik gencar wacanakan pemilihan kepala daerah agar tak lagi dipilih langsung oleh rakyat, melainkan dipilih oleh DPRD. 6 dari 8 partai yang duduk di parlemen setuju atas usulan ini. Tapi, masyarakat menolak; mengkhawatirkan kemunduran demokrasi dan hilangnya hak konstitusional warga untuk memilih kepala daerahnya sendiri.

Pantau pemenuhan tuntutan

Pantau pemenuhan tuntutan

28 Jan 2026

Syarat kepentingan DPR, Adies Kadir diajukan sebagai calon hakim MK

DPR RI resmi menetapkan politikus Adies Kadir sebagai calon hakim MK yang diusulkan oleh DPR lewat rapat paripurna DPR. Pakar hukum tata negara Universitas Andalas Charles Simambura mengkritik proses pemilihan calon hakim MK yang dinilainya tidak transparan dan minim partisipasi publik.

12 Jan 2026

Pilkada tak langsung berisiko bikin pemimpin abai ke rakyat

"Sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung merupakan instrumen krusial untuk menjaga akuntabilitas pemimpin terhadap warga. Mengembalikan Pilkada ke sistem tidak langsung melalui DPRD berisiko memutus hubungan kepentingan antara kepala daerah dan rakyatnya."

12 Jan 2026

Litbang Kompas: 77,3 persen publik tetap ingin pilkada langsung

Dalam jajak pendapat Litbang Kompas Desember 2025, mayoritas publik tetap menghendaki pilkada langsung oleh rakyat; 77,3 persen publik setuju, sedangkan hanya 5,6 persen yang memilih pilkada dipilih DPRD.

7 Jan 2026

Pilkada Tak Langsung Tidak Layak Diusung

“Politisi mencoba mengakali dengan memindahkan isu menjadi pilkada dipilih melalui DPRD. Dengan begitu maka menjadi tidak relevan untuk memisah pemilu lokal dan nasional,”

7 Jan 2026

LSI ungkap lima alasan masyarakat tolak pilkada tak langsung

Dalam survei LSI, ada lima alasan masyarakat menolak usulan pemilihan kepala daerah (pilkada) lewat DPRD; (1) rakyat sudah terbiasa memilih langsung; (2) tidak percaya kepada DPRD dan DPR RI; (3) kepercayaan terhadap partai politik rendah; (4) pilkada tak langsung menghilangkan hak rakyat untuk memilih; (5) rakyat sudah merasa memiliki sense of control terhadap kepala daerah jika pilkada langsung.

6 Jan 2026

Sikap 8 Parpol di DPR Usai Muncul Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD

Golkar, Gerindra, PKB, Nasdem, PAN setuju; Demokrat sempat menolak, namun mengubah posisi mereka jadi setuju; PKS setuju dengan catatan; PDIP menolak.

30 Des 2025

Demokrasi Tidak Boleh Ditarik Mundur: Tolak Wacana Pengembalian Pilkada oleh DPRD!

Gagasan yang diusung pemerintah tidak menyasar perbaikan sistem kepemiluan serta pembiayaan politik secara utuh. Yang dilakukan pemerintah saat ini adalah mensimplifikasi permasalahan yang berada dalam ranah sistem dan manajemen pilkada menjadi sebatas tingginya biaya yang diperlukan. Pemerintah justru sedang memfasilitasi terjadinya politik transaksional yang berdampak pada tergerusnya kualitas demokrasi dalam pelaksanaan Pilkada mendatang.

29 Des 2025

Pilkada lewat DPRD: Partai Besar Merapat, Partai Kecil Tak Sepakat

Usulan pemilihan kepala daerah lewat DPRD kembali mengemuka di kalangan partai-partai politik besar. Politik uang dan mahalnya ongkos kontestasi terus dijadikan dalih untuk mendorong perubahan mekanisme pemilihan, dari pemilihan langsung oleh rakyat ke skema tidak langsung. Wacana itu kian menguat menjelang perumusan Rancangan Undang-Undang tentang Pemilu.

Lihat semua

Konteks

  • Wacana mengubah pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung oleh rakyat menjadi tidak langsung lewat DPRD sudah berulang kali diutarakan elite politik dan makin naik ke permukaan menjelang revisi RUU pemilu, yang sudah masuk prolegnas 2026 dan segera dibahas di Komisi II DPR. 

  • Per 9 Januari 2026, enam dari delapan fraksi partai politik yang duduk di DPR menyatakan setuju atas usulan pilkada tidak langsung. Golkar, Gerindra, PKB, Nasdem, PAN tegas setuju; Demokrat sempat menolak, namun mengubah posisi mereka jadi setuju; PKS setuju dengan catatan; sementara PDIP, satu-satunya partai di luar koalisi pemerintah, tegas menolak. 

  • Alasan di balik wacana ini adalah ongkos politik pilkada langsung yang mahal; sehingga hanya figur bermodal yang bisa mencalonkan diri. Di sisi lain, pemerintah dan DPR juga berargumen bahwa wacana ini lebih efektif, efisien, serta mengurangi korupsi.

  • Padahal, pakar berpendapat masalah utama dari pilkada ada pada tata kelola yang sengaja didesain tidak efektif, efisien, dan bersih. Sehingga, jika ingin memperbaiki proses pilkada, maka yang perlu disasar adalah partai politik serta transparansi dan akuntabilitas dana kampanyenya. Selain itu, organisasi masyarakat sipil seperti Perludem berpendapat bahwa mengembalikan proses pilkada lewat DPRD merupakan logika politik representasi yang keliru karena hak politik untuk memilih (suffragium) rakyat tidak bisa diwakilkan oleh DPRD.

  • Wacana ini pun mengancam hak konstitusional rakyat untuk berdemokrasi dan menggunakan suaranya (hak pilih) untuk memilih kepala daerah yang sesuai dengan aspirasi mereka. Jika kepala daerah dipilih oleh DPRD, maka rakyat berpotensi kesulitan menagih akuntabilitas dari kepala daerah terpilih karena mereka akan bergantung kepada DPRD serta partai politik yang memilihnya.

  • Dalam jajak pendapat oleh Litbang Kompas, 77,3 persen mayoritas publik tetap memilih pilkada langsung, sedangkan hanya 5,6 persen publik yang memilih pilkada tidak langsung. Alasannya utamanya karena demokrasi dan partisipasi, kualitas pemimpin, serta rasa tidak percaya bahwa cakada yang terpilih akan mewakili kepentingan rakyat. 

Sikap partai

✅ Setuju

Gerinda - Setuju

Pilkada dipilih DPRD bisa lebih efisien, mulai dari proses atau waktu penjaringan kandidat, mekanisme, anggaran, dan ongkos politik hingga pemilihan terlaksana.

Golkar - Setuju

Golkar akan setuju dengan model pilkada melalui DPRD hanya apabila partisipasi publik tetap berjalan secara maksimal,

PKB - Setuju

PKB mendukung sistem Pemilu agar diubah. PKB ingin Gubernur ditunjuk oleh Presiden RI, sedangkan Bupati-Wali Kota dipilih oleh DPRD Kabupaten/Kota.

Nasdem - Setuju

Fraksi Partai Nasdem DPR menilai pemilihan kepala daerah oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) masih sesuai konstitusi dan demokrasi.


Demokrat - Setuju

Partai Demokrat berada dalam satu barisan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi sistem pemilihan kepala daerah

PAN - Setuju

PAN setuju pilkada dilaksanakan secara tidak langsung, atau dipilih melalui DPRD, dengan catatan bahwa, seluruh partai politik bersepakat bulat untuk menerima pilkada dilaksanakan tidak langsung

✅ Setuju

Gerinda - Setuju

Pilkada dipilih DPRD bisa lebih efisien, mulai dari proses atau waktu penjaringan kandidat, mekanisme, anggaran, dan ongkos politik hingga pemilihan terlaksana.

Golkar - Setuju

Golkar akan setuju dengan model pilkada melalui DPRD hanya apabila partisipasi publik tetap berjalan secara maksimal,

PKB - Setuju

PKB mendukung sistem Pemilu agar diubah. PKB ingin Gubernur ditunjuk oleh Presiden RI, sedangkan Bupati-Wali Kota dipilih oleh DPRD Kabupaten/Kota.

Nasdem - Setuju

Fraksi Partai Nasdem DPR menilai pemilihan kepala daerah oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) masih sesuai konstitusi dan demokrasi.

Demokrat - Setuju

Partai Demokrat berada dalam satu barisan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi sistem pemilihan kepala daerah

PAN - Setuju

PAN setuju pilkada dilaksanakan secara tidak langsung, atau dipilih melalui DPRD, dengan catatan bahwa, seluruh partai politik bersepakat bulat untuk menerima pilkada dilaksanakan tidak langsung

⏳ Mempertimbangkan

PKS - Mempertimbangkan

Perlu kajian lebih lanjut terkait wacana tersebut. Menurutnya, penting untuk mempertimbangkan maslahat yang lebih besar bagi rakyat Indonesia.

⏳ Mempertimbangkan

PKS - Mempertimbangkan

Perlu kajian lebih lanjut terkait wacana tersebut. Menurutnya, penting untuk mempertimbangkan maslahat yang lebih besar bagi rakyat Indonesia.

❌ Tidak setuju

PDIP - Tidak Setuju

Rakernas I Partai menegaskan pentingnya menjaga hak kedaulatan Rakyat untuk menentukan pemimpinnya melalui pelaksanaan pilkada secara langsung guna memperkuat legitimasi dan kepastian masa jabatan yang bersifat tetap lima tahun.

❌ Tidak setuju

PDIP - Tidak Setuju

Rakernas I Partai menegaskan pentingnya menjaga hak kedaulatan Rakyat untuk menentukan pemimpinnya melalui pelaksanaan pilkada secara langsung guna memperkuat legitimasi dan kepastian masa jabatan yang bersifat tetap lima tahun.

Pandangan Pakar

Pandangan pakar

Politisi mencoba mengakali dengan memindahkan isu menjadi pilkada dipilih melalui DPRD. Dengan begitu maka menjadi tidak relevan untuk memisah pemilu lokal dan nasional.

Politisi mencoba mengakali dengan memindahkan isu menjadi pilkada dipilih melalui DPRD. Dengan begitu maka menjadi tidak relevan untuk memisah pemilu lokal dan nasional.

Prof. Zainal Arifin Mochtar

Guru besar hukum Kelembagaan Negara Universitas Gadjah Mada (UGM)

Guru besar hukum Kelembagaan Negara Universitas Gadjah Mada (UGM)

Gagasan yang diusung pemerintah tidak menyasar perbaikan sistem kepemiluan serta pembiayaan politik secara utuh. [...] Pemerintah justru sedang memfasilitasi terjadinya politik transaksional yang berdampak pada tergerusnya kualitas demokrasi dalam pelaksanaan Pilkada mendatang.

Gagasan yang diusung pemerintah tidak menyasar perbaikan sistem kepemiluan serta pembiayaan politik secara utuh. [...] Pemerintah justru sedang memfasilitasi terjadinya politik transaksional yang berdampak pada tergerusnya kualitas demokrasi dalam pelaksanaan Pilkada mendatang.

Indonesia Corruption Watch

-

-

Sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung merupakan instrumen krusial untuk menjaga akuntabilitas pemimpin terhadap warga. Mengembalikan Pilkada ke sistem tidak langsung melalui DPRD berisiko memutus hubungan kepentingan antara kepala daerah dan rakyatnya.

Sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung merupakan instrumen krusial untuk menjaga akuntabilitas pemimpin terhadap warga. Mengembalikan Pilkada ke sistem tidak langsung melalui DPRD berisiko memutus hubungan kepentingan antara kepala daerah dan rakyatnya.

Bivitri Susanti

Pakar hukum tata negara

Pakar hukum tata negara

Dari Instagram @bijakmemantau.id

Instagram feed item
Instagram feed item

Kementerian/Lembaga yang bertanggung jawab

Kementerian Hukum

Kementerian Hukum

Komisi/Badan di DPR yang mengatur

Komisi/Badan di DPR yang mengatur

DPR Komisi II

Pemerintahan Dalam Negeri, Pertanahan, d...

Sudah baca? Saatnya bertindak! 💥

Bersuara di media sosial

Kamu bisa mulai dengan memanfaatkan media sosial sebagai ruang untuk menyuarakan isu-isu yang kamu pedulikan.

Ikut campaign Bijak

Bersuara di media sosial

Kamu bisa mulai dengan memanfaatkan media sosial sebagai ruang untuk menyuarakan isu-isu yang kamu pedulikan.

Ikut campaign Bijak

Bersuara di media sosial

Kamu bisa mulai dengan memanfaatkan media sosial sebagai ruang untuk menyuarakan isu-isu yang kamu pedulikan.

Ikut campaign Bijak

Ikut aksi & protes damai

Kamu bisa mulai dengan turun ke jalan dan ikut serta dalam aksi damai untuk menyuarakan sikapmu terhadap isu.

Cari info terupdate

Ikut aksi & protes damai

Kamu bisa mulai dengan turun ke jalan dan ikut serta dalam aksi damai untuk menyuarakan sikapmu terhadap isu.

Cari info terupdate

Ikut aksi & protes damai

Kamu bisa mulai dengan turun ke jalan dan ikut serta dalam aksi damai untuk menyuarakan sikapmu terhadap isu.

Cari info terupdate

Sampaikan aspirasimu

Kamu bisa mulai dengan menuliskan pendapatmu atau bergabung bersama yang lain di Discord Warga Bijak.

Join Discord Bijak

Sampaikan aspirasimu

Kamu bisa mulai dengan menuliskan pendapatmu atau bergabung bersama yang lain di Discord Warga Bijak.

Join Discord Bijak

Sampaikan aspirasimu

Kamu bisa mulai dengan menuliskan pendapatmu atau bergabung bersama yang lain di Discord Warga Bijak.

Join Discord Bijak

Hubungi Wakilmu di DPR

Kamu bisa mulai dengan mencari tahu siapa wakilmu di DPR, lalu sampaikan aspirasimu. Cek profil mereka di sini!

Coming soon

Hubungi Wakilmu di DPR

Kamu bisa mulai dengan mencari tahu siapa wakilmu di DPR, lalu sampaikan aspirasimu. Cek profil mereka di sini!

Coming soon

Hubungi Wakilmu di DPR

Kamu bisa mulai dengan mencari tahu siapa wakilmu di DPR, lalu sampaikan aspirasimu. Cek profil mereka di sini!

Coming soon

Share halaman ini ke yang lain juga, yuk!

Tolak Pilkada tidak langs...

Tolak Pilkada tidak langsung

Tolak Pilkada tidak langs...

Tolak Pilkada tidak langsung

Bijak Memantau adalah sebuah gerakan independen, dan tidak terafiliasi kandidat atau partai politik tertentu

Copyright © 2025 Bijak Memantau

Bijak Memantau adalah sebuah gerakan independen, dan tidak terafiliasi kandidat atau partai politik tertentu

Copyright © 2025 Bijak Memantau

Gerakan Mudah Lawan Kriminalisasi