Tolak pilkada tidak langsung

Elite politik gencar wacanakan pemilihan kepala daerah agar tak lagi dipilih langsung oleh rakyat, melainkan dipilih oleh DPRD. 6 dari 8 partai yang duduk di parlemen setuju atas usulan ini. Tapi, masyarakat menolak; mengkhawatirkan kemunduran demokrasi dan hilangnya hak konstitusional warga untuk memilih kepala daerahnya sendiri.

Elite politik gencar wacanakan pemilihan kepala daerah agar tak lagi dipilih langsung oleh rakyat, melainkan dipilih oleh DPRD. 6 dari 8 partai yang duduk di parlemen setuju atas usulan ini. Tapi, masyarakat menolak; mengkhawatirkan kemunduran demokrasi dan hilangnya hak konstitusional warga untuk memilih kepala daerahnya sendiri.

Pantau Pemenuhan Tuntutan

Pantau Pemenuhan Tuntutan

6 Jan 2026

Sikap 8 Parpol di DPR Usai Muncul Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD

Golkar, Gerindra, PKB, Nasdem, PAN setuju; Demokrat sempat menolak, namun mengubah posisi mereka jadi setuju; PKS setuju dengan catatan; PDIP menolak.

6 Jan 2026

Sikap 8 Parpol di DPR Usai Muncul Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD

Golkar, Gerindra, PKB, Nasdem, PAN setuju; Demokrat sempat menolak, namun mengubah posisi mereka jadi setuju; PKS setuju dengan catatan; PDIP menolak.

30 Des 2025

Demokrasi Tidak Boleh Ditarik Mundur: Tolak Wacana Pengembalian Pilkada oleh DPRD!

Gagasan yang diusung pemerintah tidak menyasar perbaikan sistem kepemiluan serta pembiayaan politik secara utuh. Yang dilakukan pemerintah saat ini adalah mensimplifikasi permasalahan yang berada dalam ranah sistem dan manajemen pilkada menjadi sebatas tingginya biaya yang diperlukan. Pemerintah justru sedang memfasilitasi terjadinya politik transaksional yang berdampak pada tergerusnya kualitas demokrasi dalam pelaksanaan Pilkada mendatang.

30 Des 2025

Demokrasi Tidak Boleh Ditarik Mundur: Tolak Wacana Pengembalian Pilkada oleh DPRD!

Gagasan yang diusung pemerintah tidak menyasar perbaikan sistem kepemiluan serta pembiayaan politik secara utuh. Yang dilakukan pemerintah saat ini adalah mensimplifikasi permasalahan yang berada dalam ranah sistem dan manajemen pilkada menjadi sebatas tingginya biaya yang diperlukan. Pemerintah justru sedang memfasilitasi terjadinya politik transaksional yang berdampak pada tergerusnya kualitas demokrasi dalam pelaksanaan Pilkada mendatang.

29 Des 2025

Pilkada lewat DPRD: Partai Besar Merapat, Partai Kecil Tak Sepakat

Usulan pemilihan kepala daerah lewat DPRD kembali mengemuka di kalangan partai-partai politik besar. Politik uang dan mahalnya ongkos kontestasi terus dijadikan dalih untuk mendorong perubahan mekanisme pemilihan, dari pemilihan langsung oleh rakyat ke skema tidak langsung. Wacana itu kian menguat menjelang perumusan Rancangan Undang-Undang tentang Pemilu.

29 Des 2025

Pilkada lewat DPRD: Partai Besar Merapat, Partai Kecil Tak Sepakat

Usulan pemilihan kepala daerah lewat DPRD kembali mengemuka di kalangan partai-partai politik besar. Politik uang dan mahalnya ongkos kontestasi terus dijadikan dalih untuk mendorong perubahan mekanisme pemilihan, dari pemilihan langsung oleh rakyat ke skema tidak langsung. Wacana itu kian menguat menjelang perumusan Rancangan Undang-Undang tentang Pemilu.

1 Jan 1970

Pilkada Tak Langsung Tidak Layak Diusung

“Politisi mencoba mengakali dengan memindahkan isu menjadi pilkada dipilih melalui DPRD. Dengan begitu maka menjadi tidak relevan untuk memisah pemilu lokal dan nasional,”

1 Jan 1970

Pilkada Tak Langsung Tidak Layak Diusung

“Politisi mencoba mengakali dengan memindahkan isu menjadi pilkada dipilih melalui DPRD. Dengan begitu maka menjadi tidak relevan untuk memisah pemilu lokal dan nasional,”

Lihat semua

Lihat semua

Lihat semua

Konteks

  • Wacana mengubah pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung oleh rakyat menjadi tidak langsung lewat DPRD sudah berulang kali diutarakan elite politik dan makin naik ke permukaan menjelang revisi RUU pemilu, yang sudah masuk prolegnas 2026 dan segera dibahas di Komisi II DPR. 

  • Per 9 Januari 2026, enam dari delapan fraksi partai politik yang duduk di DPR menyatakan setuju atas usulan pilkada tidak langsung. Golkar, Gerindra, PKB, Nasdem, PAN tegas setuju; Demokrat sempat menolak, namun mengubah posisi mereka jadi setuju; PKS setuju dengan catatan; sementara PDIP, satu-satunya partai di luar koalisi pemerintah, tegas menolak. 

  • Alasan di balik wacana ini adalah ongkos politik pilkada langsung yang mahal; sehingga hanya figur bermodal yang bisa mencalonkan diri. Di sisi lain, pemerintah dan DPR juga berargumen bahwa wacana ini lebih efektif, efisien, serta mengurangi korupsi.

  • Padahal, pakar berpendapat masalah utama dari pilkada ada pada tata kelola yang sengaja didesain tidak efektif, efisien, dan bersih. Sehingga, jika ingin memperbaiki proses pilkada, maka yang perlu disasar adalah partai politik serta transparansi dan akuntabilitas dana kampanyenya. Selain itu, organisasi masyarakat sipil seperti Perludem berpendapat bahwa mengembalikan proses pilkada lewat DPRD merupakan logika politik representasi yang keliru karena hak politik untuk memilih (suffragium) rakyat tidak bisa diwakilkan oleh DPRD.

  • Wacana ini pun mengancam hak konstitusional rakyat untuk berdemokrasi dan menggunakan suaranya (hak pilih) untuk memilih kepala daerah yang sesuai dengan aspirasi mereka. Jika kepala daerah dipilih oleh DPRD, maka rakyat berpotensi kesulitan menagih akuntabilitas dari kepala daerah terpilih karena mereka akan bergantung kepada DPRD serta partai politik yang memilihnya.

Kementerian/Lembaga yang bertanggung jawab

Kementerian Hukum

Kementerian Hukum

Kementerian Dalam Negeri

Kementerian Dalam Negeri

Komisi Pemilihan Umum

Komisi Pemilihan Umum

Badan Pengawas Pemilu

Badan Pengawas Pemilu

Sudah baca? Saatnya bertindak! 💥

Bersuara di media sosial

Kamu bisa mulai dengan memanfaatkan media sosial sebagai ruang untuk menyuarakan isu-isu yang kamu pedulikan.

Ikut campaign Bijak

Bersuara di media sosial

Kamu bisa mulai dengan memanfaatkan media sosial sebagai ruang untuk menyuarakan isu-isu yang kamu pedulikan.

Ikut campaign Bijak

Bersuara di media sosial

Kamu bisa mulai dengan memanfaatkan media sosial sebagai ruang untuk menyuarakan isu-isu yang kamu pedulikan.

Ikut campaign Bijak

Ikut aksi & protes damai

Kamu bisa mulai dengan turun ke jalan dan ikut serta dalam aksi damai untuk menyuarakan sikapmu terhadap isu.

Cari info terupdate

Ikut aksi & protes damai

Kamu bisa mulai dengan turun ke jalan dan ikut serta dalam aksi damai untuk menyuarakan sikapmu terhadap isu.

Cari info terupdate

Ikut aksi & protes damai

Kamu bisa mulai dengan turun ke jalan dan ikut serta dalam aksi damai untuk menyuarakan sikapmu terhadap isu.

Cari info terupdate

Sampaikan aspirasimu

Kamu bisa mulai dengan menuliskan pendapatmu atau bergabung bersama yang lain di Discord Warga Bijak.

Join Discord Bijak

Sampaikan aspirasimu

Kamu bisa mulai dengan menuliskan pendapatmu atau bergabung bersama yang lain di Discord Warga Bijak.

Join Discord Bijak

Sampaikan aspirasimu

Kamu bisa mulai dengan menuliskan pendapatmu atau bergabung bersama yang lain di Discord Warga Bijak.

Join Discord Bijak

Hubungi Wakilmu di DPR

Kamu bisa mulai dengan mencari tahu siapa wakilmu di DPR, lalu sampaikan aspirasimu. Cek profil mereka di sini!

Coming soon

Hubungi Wakilmu di DPR

Kamu bisa mulai dengan mencari tahu siapa wakilmu di DPR, lalu sampaikan aspirasimu. Cek profil mereka di sini!

Coming soon

Hubungi Wakilmu di DPR

Kamu bisa mulai dengan mencari tahu siapa wakilmu di DPR, lalu sampaikan aspirasimu. Cek profil mereka di sini!

Coming soon

Share halaman ini ke yang lain juga, yuk!

Pantau Pemenuhan Tuntutan

Tolak pilkada tidak langs...

Tolak pilkada tidak langsung

Tolak pilkada tidak langs...

Tolak pilkada tidak langsung

Bijak Memantau adalah sebuah gerakan independen, dan tidak terafiliasi kandidat atau partai politik tertentu

Copyright © 2025 Bijak Memantau

Bijak Memantau adalah sebuah gerakan independen, dan tidak terafiliasi kandidat atau partai politik tertentu

Copyright © 2025 Bijak Memantau